• Bila setiap orang berhasil menghadirkan Kedamaian Hakiki di hati mereka masing-masing, secara pasti kedamaian akan ada dimanapun juga. Inilah masa gemerlapnya perdamaian. Era perdamaian, saling pengertian, cinta-kasih dan kesetaraan, hanya mungkin dicapai bila generasi muda dibimbing untuk membudayakannya. Ajarkan kembali budi-pekerti pada anak-anak kita dan budayakanlah. Inilah yang memungkinkan ajegnya kedamaian dan perdamaian dunia.





email:



vacancy

Project Assistant- Based in Banda Aceh
Organization:APRC
Deadline:February 27, 2009

Office Assistant
Organization:APRC
Deadline:February 27, 2009

Internship Opportunity with Aceh Peace Resource Center (APRC)
Organization:APRC
Deadline:

Request for Proposals: Renovasi Kantor
Organization:APRC
Deadline:January 26, 2009

Request for Proposals: Completion of Database System
Organization:APRC
Deadline:January 23, 2009



Badan Narasumber Damai Aceh
Program - Isu Gender

1. Background

Perjanjian Helsinki merupakan titik awal bagi proses perdamaian di Aceh. Berbagai persyaratan yang disepakati sebagai komitmen damai dilaksanakan secara bertahap. Langkah selanjutnya adalah ditetapkannya Undang Undang Pemerintahan Aceh (UU-PA), sebagai fondasi bagi pembangunan Aceh yang baru. UUPA menjadi salah satu dasar yang penting bagi set up format pengembangan Aceh ke depan, selain sebagai salah satu bentuk keseriusan semua pihak untuk melanggengkan proses perdamaian yang telah disepakati.

Selanjutnya, bagaimana berbagai segmen dalam proses ini dapat mewujudkan poin- poin kesepakatan akan terukur dalam proses reintegrasi yang dilaksanakan. BRA, dalam hal ini merupakan lembaga yang bertangung jawab untuk mewujudkanya dan Forbes Damai dalam hal ini menjadi komponen support bagi BRA, dirancang untuk menjawab permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan MoU yang diawali dengan program reintegrasi, kesejahteraan sosial, dan kebutuhan kebutuhan akan penghidupan yang layak.

Untuk menjalanankan fungsinya Forbes Damai memiliki visi: terwujudnya cita- cita dan semangat reintegrasi damai yang berkeadilan, berwawasan sejarah, keagamaaan, budaya, persaudaraan, kesetaraan dan menjunjung tinggi hak asasi manusia di Aceh, demi terpenuhinya standar kehidupan yang layak serta terpulihkannya trauma akibat konflik.

Kesetaraan dan keadilan dalam visi ini merupakan konsep yang kemudian menjadi agenda khusus pada bidang gender BRA. Kemudian bagaimana membuat proses pembangunan perdamaian ini menjadi adil dan setara bagi laki-laki dan perempuan, ini merupakan agenda penting dan kebutuhan bagi pencapaian hasil-hasil pembangunan.

Penerapan pendekatan proses pembangunan dalam konteks perdamaian yang responsif gender akan memberikan dampak yang signifikan bagi hasil pembangunan. Hal ini dapat dilihat dari tiga hal, yaitu : manfaat ekonomi, akses yang setara bagi laki laki dan perempuan, dalam memanfaatkan infrastruktur pembangunan, memberikan kondisi hidup yang lebih baik, yang berarti meningkatkan produktivitas keluarga secara keseluruhan (tidak terbatas pada suami atau bapak dan anak laki-laki saja). Hal ini akan mendatangkan minat, pendapatan, dan kesejahteraan mereka melalui penggalangan potensi keluarga secara maksimal. Manfaat bagi anak, proses perdamaian yang responsif gender mengurangi beban anak terutama beban anak perempuan yang biasanya dibebani kewajiban mengurus rumah tangga, sehingga mereka punya kesempatan lebih besar untuk memperluas pengalaman, wawasan, dan dapat bersekolah. Dengan demikian, diperkirakan dapat mewujudkan peningkatan kualitas generasi dan memberi dampak berkelanjutan antargenerasi. Manfaat pemberdayaan kaum perempuan, proses domain yang responsif gender menjadi upaya yang dapat meningkatkan partisipasi perempuan sehingga meningkat pula pengalaman, dan skill yang dimiliki kaum perempuan yang selama ini sangat terbatas kesempatan yang dapat mereka akses yang berimplikasi pada minimnya pengalaman mereka.



1  Selanjutnya »




Polling
Puaskah anda dengan proses dan hasil pelaksanaan Pemilu 2009 di Aceh?
Sangat puas, terimakasih kepada semua pihak atas kerja kerasnya yang dilaksanakan dengan baik
Puas, semoga pelaksanaan pemilu kedepan menjadi lebih baik
Kurang puas, karena ada pelanggaran-pelanggaran skala kecil yang terjadi selama proses pemilu
Tidak puas, dan kasus-kasus pelanggaran harus dituntaskan di meja hijau
Sangat tidak puas, karena tidak JURDIL, dan pemilu harus diulangi


View results

liks